Upaya pengendalian ikan invasif kembali digencarkan di Kabupaten Bantul melalui kegiatan Grebek Ikan Sapu-sapu yang digelar di Rawa Kalibayem, Ngestiharjo, Kasihan, pada Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menyelamatkan ekosistem perairan daratan dari dominasi spesies asing yang berpotensi merusak keseimbangan lingkungan.
Aksi tersebut melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, aparat keamanan, akademisi, hingga masyarakat setempat. Sinergi ini menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam menjaga kelestarian sumber daya perikanan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Hery Sulistio Hermawan, menegaskan bahwa keberadaan ikan sapu-sapu menjadi tantangan serius karena populasinya terus meningkat dan mendominasi perairan umum daratan. Tingginya daya adaptasi serta minimnya predator alami membuat ikan ini mampu berkembang pesat dan mengancam keberadaan ikan lokal. Ia juga menyoroti kondisi Rawa Kalibayem yang kini mengalami penurunan populasi ikan lokal akibat tekanan dari spesies invasif tersebut. Jika tidak dikendalikan, kondisi ini dikhawatirkan akan semakin memperburuk keseimbangan ekosistem perairan serta berdampak pada keberlanjutan sumber daya perikanan.
Melalui kegiatan Grebek Ikan Sapu-sapu, pemerintah bersama para pemangku kepentingan berupaya menekan populasi ikan invasif, menjaga kelangsungan hidup ikan lokal, serta memperkuat kerja sama lintas sektor dalam pengelolaan perairan. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman spesies invasif. Selain penangkapan ikan, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan penelitian oleh Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada.
Melalui langkah terpadu ini, diharapkan ekosistem perairan di Bantul dapat kembali seimbang, serta keberadaan ikan lokal tetap terjaga di tengah tekanan spesies invasif yang semakin meningkat.
