Bantul – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul melaksanakan kegiatan restoking ikan lokal melalui penebaran benih ikan nilem dan tawes di sejumlah perairan umum daratan di Kabupaten Bantul. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian sumber daya perikanan dan meningkatkan populasi ikan lokal di perairan umum.
Kegiatan restoking dilaksanakan pada bulan Mei 2026 di tiga lokasi perairan umum daratan, yaitu Tegal Kenongo dan Bekelan di Padukuhan Plurugan, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, serta Kauman RT 01, Kalurahan Wijirejo, Kapanewon Pandak.
Dalam kegiatan tersebut, DKP Kabupaten Bantul bersama masyarakat setempat menebarkan sekitar 9.000 ekor benih ikan lokal yang terdiri dari ikan nilem (*Osteochilus vittatus*) dan ikan tawes (*Barbonymus gonionotus*). Penebaran benih dilakukan secara langsung pada lokasi yang telah ditetapkan sebagai perairan umum daratan dan memiliki potensi untuk mendukung pertumbuhan ikan secara alami.

Kegiatan restoking ini bertujuan untuk meningkatkan populasi ikan lokal, menjaga keseimbangan ekosistem perairan, serta mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan di Kabupaten Bantul. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui peningkatan ketersediaan sumber daya ikan di masa mendatang.
Pelaksanaan restoking didukung melalui anggaran Pokok Pikiran (Pokir) Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bantul, Bapak Jumakir. Dukungan tersebut menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat dalam upaya pelestarian sumber daya perikanan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan restoking tidak hanya ditentukan oleh jumlah benih yang ditebar, tetapi juga oleh partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian habitat perairan dan keberlangsungan populasi ikan yang telah dilepas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan benih ikan nilem dan tawes yang ditebar dapat tumbuh besar, berkembang biak secara alami, dan membentuk populasi yang berkelanjutan. Dengan demikian, perairan umum daratan di Kabupaten Bantul dapat tetap produktif, lestari, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta generasi mendatang.
